Blog ini berisi tulisan-tulisan ringan Sultan Abdul Khair. Jika anda berkenan mengutip sebagian atau keseluruhan dari salah satu atau beberapa tulisan di blog ini, mohon untuk mencantumkan sumbernya. Ikuti Blog ini bila diperlukan. Terima Kasih atas kunjungan anda...!

Sabtu, 22 Agustus 2015

POLITI (POLITIK)

Kapatu Mbojo / Pantun Bima
Judul: POLITI (Politik)
Oleh: Sultan Abdul Khair

Ake pahuna dana ndai mbojo
naha ntoi na naha mbuja
kone ma lampa lito lato ma loa nuntu politi
ma siwe ro mone na wa'ura sama mena

Mpoapa laomu sakola ma ese
dulamu ta rasa ntenepa iumu sarusa
mpoapa loamu kagaga tala
ntenepa dei tola ro tula
kalosamu ilmu ra raka
wati wara ma kalu'u dei reke

Edeku modena wa'usira lu'u politi
kone ma caha sambea dei ma nuntu ma mbai
kone ma wa'ura haji dei ma sampu heja
kone kaluarga ndai dei nduku kandoe

Oh dana mbojo...
inggena caki kepala desa dei tumbu kaimu dosa
aina nggahimu caki bupati orepu ma hope piti
piti ra rakana dei ka ese kaina ruku
piti ra rakana dei kidi tuki kaina roka

Oe cinara angi mbojo...
taho ademu eda dana ndai ma mbuja?
tabeku lirina maja la'o dahu
nggara ma nembasi dou-dou ma wa'ura doho?*

Maira ndaita ana muda aina wara ma kambuda mada
maira ndaita ana muda aina wara ma doho midi
ta rungkaku mode dana mbojo ma wa'ura mudu
ta rungkaku mode dana mbojo ma wa'ura made

Isi dan amanat kapatu: Pantun ini mengandung makna dan berisi tentang rasa prihatin terhadap dunia politik 'kotor' yang membuat dana Mbojo menuju fase kritis dan sekarat. Mulai dari pemilihan kepala desa hingga bupati. Politik dengan licik menyusup ke setiap lingkup kehidupan masyarakat, sehingga memacu gelombang kebencian dan permusuhan yang kuat. Bahkan tokoh masyarakat hingga tokoh agama yang seharusnya menjadi teladan dan panutan tak luput dari kejamnya virus politik.

Oleh karna itu para generasi muda perlu ikut andil sebagai penyeimbang sekaligus pembeda untuk membuat dana mbojo menjadi lebih layak. Salah satunya dengan mengembalikan semboyan hidup "Maja Labo Dahu".

Minggu, 02 Agustus 2015

PANATI

Kapatu Mbojo / Pantun Bima
PANATI (meminang/melamar/menyunting)
Oleh: Sultan Abdul Khair

Ka lao panatiku kai pidu lela nota
Nota ma saramban dei kahalal kai sarumbum
Nota ma kaduana tampu'u kawoka mori ra woko
Nota ma katoluna ta ntaura ana loa kai wara ma ou ndaita ama la'o ina
Nota ma ka'upana ta ntaura rido magaga kani karudu
Nota ma kalimana warara cucu ndei ma mai ceci
Nota ma ka'inina lu'u sama rade ngena do'a ana ro rido
Nota ma kapiduna jiwa raga ndai lu'u sama saroga

***Inilah ritual hidup yang semua orang idamkan. Mempersunting wanita yang bersedia dan setia mendampingi hidup bersama. Mulai dari awal menikah, berjuang membangun kesuksesan, memiliki buah hati, memiliki menantu yang soleh/soleha, punya cucu yang lucu dan manis, dido'akan saat di alam kubur, masuk syurga bersama... Sungguh Indah...!!!

Tidak mudah memang, tapi sangat layak diperjuangkan ^_^

Kamis, 30 Juli 2015

5 ALASAN YANG MEMBUAT WANITA TAK DIHARGAI

Wanita adalah mahluk indah dan mulia yang wajib kita hormati dan kita hargai derajat serta martabatnya. Namun banyak wanita yang belum menyadari akan keistimewaan mereka hingga berperilaku yang tidak sewajarnya. Hal inilah yang menyebabkan banyak wanita tak dihargai dan dianggap tak layak dihormati oleh banyak pria. Berikut adalah 5 dari sekian alasan yang membuat wanita tak dihargai.

1. Sering Berkata Kotor dan Kasar
Wanita dikenal sebagai mahluk yang lembut dan penyayang. Mereka selalu mengedepankan dan menampilkan sisi halus dalam berbagai aspek. Namun ketika wanita berkata kotor dan kasar, hal itu dianggap tabu dan tak pantas. Hal inilah yang dapat menyebabkan wanita tak bisa dihormati.

2. Tidak Berpakaian Sopan

Di sebagian besar negara yang kental dengan unsur Budaya dan Agama seperti Indonesia sangat sensitif dalam menilai cara berbusana seorang wanita. Wanita dipandang sopan dan anggun saat dia berbusana tertutup dan tak menampakkan aurat. Namun dipandang rendah saat mereka berpakaian minim dan tak pantas.

Wanita yang berpakaian tak pantas juga disinyalir sebagai salah satu unsur yang menyebabkan kejahatan dan penyerangan seksual. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab wanita dipandang rendah dan tak dihargai.

3. Tidak Menghargai Pria
Ada pepatah yang mengatakan "Hargailah orang lain jika anda ingin dihargai". Hal ini berlaku untuk semua kalangan termasuk wanita, apalagi terhadap pria sebagai pemimpin yang sudah seharusnya mereka hargai. Banyaknya jumlah wanita yang tersakiti dan tak dihargai juga sebagai salah satu imbas dari mereka yang kurang atau bahkan tak menghargai seorang pria.

4. Menyukai Kehidupan Malam
Pergaulan bebas dan kehidupan malam dianggap sebagai hal yang tak dapat ditolerir dan melanggar etika di sebagian besar negara berkembang dan negara yang menjunjung tinggi unsur budaya dan tradisi. Maraknya tindak kriminal dan kejahatan malam yang melibatkan wanita merupakan salah satu bukti wanita yang suka dunia malam dianggap tidak pantas. Hal ini memicu gelombang pandangan miring terhadap wanita dengan kehidupan dunia malam.

5. Konsumsi Minuman Keras
Mengonsumsi Minuman Keras dan mabuk-mabukan adalah salah satu kebiasaan buruk bagi pengguna dan juga orang lain. Selain berbahaya bagi kesehatan juga sebagai salah satu pemicu utama tindak kriminal yang sangat meresahkan masyarakat. Konsumsi minuman keras biasanya hanya diidentikan dengan kaum adam. Sehingga apabila ada wanita yang melakukan hal itu dianggap sangat buruk dan tidak pantas sama sekali.

Itulah 5 dari banyak hal yang bisa membuat wanita yang seharusnya dihargai dan dihormati menjadi rendah dan kadang tak bernilai. Wanita banyak menuntut untuk dihargai tapi perilaku mereka menunjukan hal sebaliknya. Wanita adalah mahluk istimewa yang mestinya dilindungi dan dicintai namun masih banyak dari mereka yang belum menghargai diri mereka sendiri hingga akhirnya menjadi layak dan pantas dihargai oleh semua orang.

(Sultan Abdul Khair)

Selasa, 21 Juli 2015

AKU TANPAMU

Aku tanpamu...
mungkin seperti burung yang terbang dengan satu sayap
sanggup melintas awan dan menembus badai
namun dengan rasa sakit yang tak tertahankan

Itulah kenapa dalam setiap sujud
kita bermunajat agar diikat dalam halal

Percayalah...
Malaikat sekalipun tak akan sanggup menyatukan kita
karna ia akan dicambuk jika mendustai tuannya

Hanya Dia yang bisa
Sang Maha Agung
Sang Maha Kuasa
Sang Pemilik Segala


SIWE SAMPARIKI MA KATADA ROKA

Kapatu Mbojo / Pantun Bima
Oleh: Sultan Abdul Khair

Aina lao raka
siwe ma katada roka
aina kalu'u dei reke
siwe ma bona rawi ra ruku


Siwe ma dawara bareka
ntenepa lu'una ta ana raka
hurina dei setrika
sarumbuna dei bodo kareku

Siwe ma ndake tiloa dei roko
ba mbeko akana ma kariki

oh oh oh...
siwe ma katada roka
pahumu ntikapu sampariki
elimu gagapu eli karoku
ngolomu carupu ngolo uta roke

***Saya hanya orang yang suka berpantun... Kalembo ademu siwe ma hobi katada roka. hahaha :D

Jumat, 03 Juli 2015

YA UKHTI...

Berdegub hebat jantungku pertama melihatmu ya ukhti...
Matamu yang tertunduk malu memaksaku merendahkan pandanganku...
Gemetar jiwaku karna hasrat dunia yang ingin memilikimu...

Sejenak sadarku tak harus terpedaya sang empunya goda...
Aku harus meraih syurga-Nya sebagai maharku untuk meminangmu...
Karna aku tak sedang berencana memilikimu sesaat...
Aku ingin memilikimu kekal abadi...
Fiddunya wal Akhirah...
‪#‎IT‬

Kamis, 11 Juni 2015

MIMPI YANG PALING MENAKUTKANKU

Pagi ini aku menangis sejadi-jadinya. Air mataku membanjiri kasur dan bantalku yang lusuh. Hanya sekali seumur hidup aku pernah menangis seperti ini, yaitu dulu saat ayahandaku menghembuskan nafas terakhirnya.

Pagi ini perasaan itu kembali bergejolak. Sepanjang malam aku bermimpi sesuatu yang paling kutakutkan. Ya benar, ibuku meninggal dunia dalam bunga malamku itu. Alangkah sedih hatiku, begitu tersayat perasaanku, merintih jiwaku. Wanita yang paling kujunjung tinggi harus pergi meninggalkanku. Rasa sedihku begitu nyata kurasa, bahkan jauh lebih dahsyat dibanding saat ayahanda dipanggil yang Maha Kuasa. Akun menjerit dan menangis hebat dalam mimpi itu hingga akhirnya aku terbangun tanpa sadar aku menangis tersedu-sedu.

Demi Allah.... Aku sangat takut jika secepat ini harus kehilangan ibuku. Bukan ketiadaannya yang aku takutkan, tapi keberadaannya saat ini yang aku sesalkan. Begitu banyak beban yang kutimpakan dipundaknya, begitu banyak kurampas hari tuanya hanya untuk mengurusku. Sungguh tak sanggup rasaku jika harus kehilangannya sebelum kubalas sedikit saja dari jasa dan luhur budinya. Sunngguh aku menyayangimu ibu... Mutiara hatiku...

Semoga kelak saat Allah mencabut nyawamu saat itulah anakmu ini telah memberi segala upaya terbaik untuk membahagiakanmu. Hingga akhirnya hanya do'aku yang akan senantiasa selalu mengiringimu agar diampunkan segala dosa dan khilafmu di dunia dan ditempatkan engkau di Sisi-Nya yang Mulia...