Blog ini berisi tulisan-tulisan ringan Sultan Abdul Khair. Jika anda berkenan mengutip sebagian atau keseluruhan dari salah satu atau beberapa tulisan di blog ini, mohon untuk mencantumkan sumbernya. Ikuti Blog ini bila diperlukan. Terima Kasih atas kunjungan anda...!

Senin, 20 Oktober 2014

JOKOWI "SI IKAN KECIL AQUARIUM"

Banyak yang mengibaratkan bapak Jokowi bak ikan kecil dalam sebuah aquarium. Ikan kecil itu keluar dan berusaha mengarungi aliran sungai yang teramat ganas. Disana ia harus berusaha melawan arus deras dan benturan batu serta kerikil tajam. Setelah itu si ikan kecil dengan sengaja mengikuti arus hingga sampai di lautan lepas. Disitulah ia bertemu dan menantang para penguasa samudera. Sungguh hebat, si ikan kecil lincah bergulat dan bergumul sekuat tenaga hingga akhirnya berhasil menggulingkan mereka. Dan si ikan aquariumpun sekarang menjadi orang nomor wahid penguasa samudera.

Luar biasa...! Berangkat dari penguasa kota kecil (Solo), merangkak menjadi gubernur metropolitan (DKI), dan sekarang dinobatkan sebagai orang nomor satu Tanah Air (INDONESIA).

Sejujurnya saya adalah loyalis Prabowo-Hatta saat pemilu beberapa waktu lalu, sekarangpun masih. Namun tak dapat saya pungkiri Bapak Ir.H.Joko Widodo adalah pribadi dahsyat dan mengagumkan. Ia memiliki tekad kuat dan tak terpatahkan. Semangatnya menggapai cita dan impian sungguh luar biasa. Tak peduli seperti apa sebelumnya, sekarang engkaulah Presidenku.

Minggu, 19 Oktober 2014

MY GOD, ALLAH...! HELP ME :'(

I do not know what is wrong with me. I feel bad of everything and i do not even know why. My mom, my sister, my beloved girl, my family encouraged me all the time. But i can't find the passion, the spirit of my life. I feel i ruin everything..

Oh Allah, Lord of the Worlds ... What exactly am I thinking? I hate when i'm sad, i hate with my laziness. Now i know how weak i am.

Oh Allah, The Greatest...! Let me make my mom proud of me. Give me passion, show me the way, guide me ! Ihdinas siroothal mustaqiim...! Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

 

Kamis, 26 Juni 2014

MAKRAB NAGANURI SAPE YOGYAKARTA 2014

Makrab Paguyuban Naganuri Sape Yogyakarta yang ke-5 atau Makrab ke-3 yang pernah saya ikuti. Kali ini berlangsung pada kuartal ke-3 bulan juni tahun 2014, tepatnya pada tanggal 21 & 22 setelah sebelumnya terakhir kali diadakan pada tanggal 27 & 28 oktober 2012.

Walaupun mengusung tema makrab yang hampir sama dengan yang sebelumnya serta mengambil tempat yang sama, namun acara makrab kali ini terasa memiliki sensasi yang sangat berbeda. Meskipun memiliki peserta yang tidak sebanyak biasanya, tapi makrab kali ini membawa konsep yang cukup rapi dan aktual. Terbukti dengan salah satu agenda kegiatan yang terselip didalamnya, yaitu kompetisi debat ilmiah untuk setiap kelompok.

Sebelumnya peserta sudah dibagi menjadi 6 kelompok, diantaranya kelompok Kako Bawa, Kinca Kele, Mangge Brenge, Kanaca Moti, Karanga Sambi, dan Ponda Ndali. Kelompok-kelompok ini sifatnya permanen untuk semua kegiatan yang diadakan.

Dalam lomba debat yang juga merupakan salah satu agenda pertama makrab kali ini mengusung tema-tema yang sifatnya cukup kritis dan menjadi permasalahan yang sering dihadapi. Ada 3 tema yang diperdebatkan oleh keenam kelompok, diantaranya sebagai berikut:
1. Sistem Pemilu
2. Kuliah atu Organisasi?
3. Dampak Internet terhadap dekadensi moral generasi muda

Lomba debat dipandu oleh seorang moderator dan ditemani oleh 2 orang panelis. Moderator yang yang tunjuk adalah seorang senior Naganuri yang cukup mapan malang melintang dalam dunia debat. Bang Arul adalah orang yang dimaksud, sedangakan kedua panelis adalah 2 orang senior yang cukup mumpuni, yaitu bang Dedi Iskandar (Pap Ded) dan bang Ded Oflo.

Dalam debat, moderator membagi bagian kedalam beberapa sesi, yaitu:
Sesi 1: Setiap team (Pro dan Kontra) melakukan perkenalan singkat beserta yel-yel penyemangat serta  menjabarkan permasalahan yang telah didapat selama 5 menit.
Sesi 2: Tim Pro menanggapi argumen tim Kontra selama 3 menit dan sebaliknya.
Sesi 3: Setiap panelis berhak memberi pertanyaan, sanggahan, atau penajaman materi kepada masing-masing kelompok. Kemudian setiap kelompok menanggapinya.
Sesi 4: Closing Statement masing-masing kelompok.
Sesi 5: Kritik dan saran dari panelis, moderator, serta audience terkait jalannya debat.

Pada kompetisi ini berhasil dimenangkan oleh kelompok Mangge Brenge yang dimotori oleh Tuti Alawiyah, Juliansyah, dan Satria.

Setelah lomba debat selesai, maka masuklah pada acara puncak yaitu Api Unggun dan Pentas Seni (Pensi). Acara ini berlangsung cukup meriah karna dihadiri juga oleh beberapa tamu dari organisasi dan beberapa forum yang lain. seperti Kepma Bima, IPMLY Lambu, dan Forkasi Tente.

Pada persembahan Pensi, setiap kelompok menunjukan kebolehan mereka dalam berbagai hal, seperti drama, menyanyi, berpuisi, serta saling balas Kapatu Mbojo (Pantun Bima). Acara berlangsung sesuai dengan yang diharapkan, yaitu sangat lucu dan menghibur. Tim Kinca Kele yang dimotori Agustina CS keluar sebagai juaranya dengan drama "Anak Durhaka" yang sangat lucu dan disertai petuah serta pesan moral. Yang tak kalah menarik dalam acara pensi ini adalah saat para peserta makrab menantang semua senior untuk memberikan persembahan layaknya semua kelompok. Karena tak ingin kehilangan muka di depan semua junior, akhirnya kami (senior pria) mempersembahkan sebuah "drama insidental" dimana semua personil berhak melakukan improvisasi sesuka hati karna memang dilakukan secara mendadak tanpa skenario yang jelas. Namun menariknya, persembahan itu justru berakhir dengan kesuksesan karna disambut riuh tawa dari penonton. Sementara senior putri tak mau kalah dengan mempersembahkan lagu yang diiringi tepuk tangan semua peserta.

Setelah semua rangkaian acara Pensi selesai, tak biasanya dalam acara Makrab Naganuri Sape Yogyakarta menyelipkan acara "Renungan" atas ide dari para sesepuh. Masih dalam suasana api unggun yang mulai lemah dan meredup, tawapun kini berubah menjadi tangis dan haru. Tak sedikit peserta menitikan air mata dan menjerit tersedu. Ini juga menjadi salah satu dari semua rangkaian acara yang dianggap berhasil malam itu.

Setelah semuanya benar-benar selesai, peserta diarahkan untuk beristirahat karna keesokan harinya akan menjalani agenda yang cukup berat, yaitu lomba masak dan out bond. Sementara beberapa senior tak memiliki kesempatan untuk tidur. Selain karna merencanakan agenda keesokan hari, juga disebabkan suasana malam itu yang sangat dingin, bahkan dalam aulapun berkabut dengan jarak pandang terbatas.

Cerita Berlanjut...!!!

Keesokan harinya, tepat pukul 04.00 pagi, kami membangunkan semua peserta untuk melaksanakan Sholat Subuh, kemudian diikuti dengan senam pagi dan lomba masak untuk persiapan out bond. Setiap waktu Sholatpun terasa makin hikmad karna selalu disertai dengan siraman rohani (kultum).

Setelah itu semua peserta diarahkan untuk menuju lapangan dan melakukan senam pagi, kemudian diikuti lomba masak. Saya dan Bang Chaeril (aba bro) tidak sempat mengikuti kegiatan ini karna harus mencari dan membuat rute untuk jalur outbond. Rute dibuat sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Mungkin untuk agenda yang satu ini "lomba Masak" akan diceritakan oleh senior yang mengikuti. Tapi sepulang dari servei tempat outbond, kami mendapati pemenang lomba masak adalah kelompok Kinca Kele, yaitu kelompok Moyo/Agus CS. Saya juga cukup senang karna kebetulan sebagai mentor mereka. Heheh... Berikut foto-foto lomba masak:


Out bond...!!!
Sebelum membahas tentang out bond, ada baiknya saya perkenalkan terlebih dahulu nama-nama personil setiap kelompok yang mengikuti, sbb:

Kako Bawa:
-Ko'or: Roby
-Anggota: Arty, Pandu, Syahrainy
Ponda Ndali:
-Ko'or: Angga
-Anggota: Eko, Ibenk, Maeda, Nurul

Kinca Kele:
-Ko'or: Imam
-Anggota: Agustina, Moyo, Dedy, Mia
Mangge Brenge:
-Ko'or: Tuty
-Anggota: July, Bule, Syamsurizal
Kanaca moti:
-Ko'or: Mr. Ilyas
-Anggota: Syamsudin, Nila, Aty, Isti
Karanga Sambi:
-Ko'or: Kopral
-Anggota: Rossy, Yati, Jum, Indah

Dalam agenda Out bond ini terdapat total 6 post yang disediakan, antara lain:

Pos Pelepasan
Pada pos ini ditangani oleh dua sejoli Bang Ded_Oflo dan Phyta_Oflo. Setiap kelompok dihadapkan pada beberapa games dan teka-teki ringan agar memperoleh tiket menuju pos 1. Kecuali kelompok Kinca Kele yang deberikan Privilege (hak istimewa) untuk menentukan urutan keberangkatan yang mereka inginkan karna kelompok ini telah berhasil keluar sebagai juara lomba masak.
Pada Out bond makrab kali ini, peserta diberikan sandi berupa Pantun Bima (Kapatu Mbojo) untuk bisa melewati setiap pos. Sandi-sandi itu sudah pernah diterapkan dan telah saya posting pada artikel makrab rahun 2012. Berikut link-nya: http://kreasijemariku.blogspot.com/2012/11/sandi-kapatu-mbojo-makrab-naganuri-sape.html

Pos 1 (Teamwork)
Sultan Abdul Khair dan Fitriany menjadi penghuni pada pos pertama ini. Disuguhkan beberapa games menarik untuk mengasah kerjasama dan kekompakan tim. Setiap kelompok diberikan kondisi dimana mereka adalah tim Densus 88 / pasukan elit negara yang telah disangkal oleh pemerintahan karna kisruh politik. Saat ini negara mereka sedang terancam karna diserang oleh tim separatis dan teroris. Sementara tim densus 88 tidak memiliki senjata untuk menghadapi para pemberontak. Tugas mereka adalam mencari dana sebanyak-banyaknya untuk membeli perlengkapan tempur, sementara pada saat yang hampir bersamaan mereka harus menyelamatkan negara dari ancaman bom yang siap meledak kapan saja. Berikut adalah cara bermainnya:

- Setiap anggota densus harus mengumpulkan dana berupa koin yang disediakan dalam loyang untuk dipindahkan kedalam loyang yang lain. Loyang diisi dengan tepung dan diselipi dengan sejumlah   koin.
- Setiap tim harus mengumpulkan minimal 10 koin dalam batas waktu yang ditentukan.
- Koin hanya bisa diambil dengan mulut tanpa menumpahkan tepung.
- Setelah dana terkumpul, tim densus harus mengamankan bom yang akan segera meledak pada wadah yang sudah disediakan.
- Bom hanya bisa diamankan dengan menggunakan 4 utas tali.
- Jika bom terkena tangan, maka pengamanan harus dimulai dari tempat semula.
- Jika tim gagal menyelamatkan bom pada waktu yang telah ditentukan, maka mereka akan diberi hukuman.
- Setelah semua rangkaian permainan selesai, tim akan diarahkan menuju pos 2.

Pos 2 (Intelektual)
Pada pos ini, peserta dibawa kembali dalam suasana santai setelah cukup tegang pada pos 1. Pos 2 dihuni oleh bang Arul dan bang Anam. Setiap peserta diberi beberapa teka-teki untuk mengasah kemampuan otak dalam bermain logika. Ada beberapa kelompok yang berhasil namun ada juga yang gagal hingga diarahkan menuju pos 3.

Pos 3 (Kedisiplinan)
Sesepuh yang menghuni pos maut ini adalah Bang Nanang dan Pap Ded. Para peserta dibuat bekerja ekstra keras untuk bertahan secara fisik dan mental. Peserta dididik semi militer untuk games yang cukup menantang disertai wajah senior yang tegas dan sangar. Tak pelak ada beberapa peserta yang hampir pingsan kelelahan dan aja juga yang menangis.

Pos 4 (Leadership)
Pos ini dijaga oleh Bang Bro dan Ndoro Asy. Para peserta outbond disuguhkan beberapa permainan menarik untuk mengasah kemampuan menjadi seorang leader yang handal. Kelompok ditantang pada permainan yang menuntut seorang pemimpin untuk mengarahkan orang-orang yang dipimpinya menuju goal yang sudah ditargetkan.


Post 5 (Rohani)
Post terakhir dihandel oleh K' Anisa dan Ika. Pada pos ini setiap peserta diarahkan untuk melatih kerjasama dan kepercayaan antar personil. Selanjutnya hikmah permainan akan disampaikan oleh pemegang pos.

Out bond dimenangkan oleh kelompok Kinca Kele. Secara keseluruhan Agenda (lomba) yang diadakan, 3 diantaranya dijuarai oleh Kinca Kele, antara lain Pensi, Lomba Masak, dan Outbond. Sedangan Lomba Debat dimenangkan oleh Mangge Brenge, serta yel-yel terbaik menjadi milik Karanga Sambi.

Demikian ulasan kisah Makrab Naganuri Sape Yogyakarta 21-22 Juni 2014. Kalian semua Luar Biasa. Naganuri Jaya, Jaya Sekarang Jaya Selamanya...!!!

Jumat, 30 Mei 2014

DORO SANGIA (GUNUNG SANGIANG)

Kapatu Mbojo / Pantun Bima
Oleh: Sultan Abdul Khair
======================
Konena heba ndaita manusia
cumpu kaina ntenepa deima soe
Mpoapa Tenggo ra gaga sarumbu
ta kompe Ruma samapa la'o kamoa rembe

Na katada romosi heba ndaina Ruma
ampoja sato'i ngau na loa kawotu doro Sangia
Wotuna doro ndai wa'ura rai diro-daro
elina ma tambua na kadahuku dou ma da kalampa sambea

Oe samenana weki...
Ruana nggahi dou ma loa akeke gejala ilmiah
pala ma tiosi kai iman ma rakaku eda wea amun*
Ausi amuna re???
Ake taho musibah ma uji kaina saba
Ake taho tanda ba mboto parenta Ruma ra tunda
Ake taho ngoa kaina ndaita manusia ncihara karawi maksiat

*amun/amuna/amu= akar permasalahan

Selasa, 20 Mei 2014

KITA BUTUH MANUSIA YANG LAIN, APA YANG BUAT KITA CONGKAK?

Matahari yang sebegitu besarnya saja masih memerlukan bantuan Bulan untuk menerangi belahan Bumi yang lain... Apalagi kita yang hanya bagian kecil dari jutaan kreasi-Nya yang Maha Agung. Lantas apa yang masih membuat kita sombong dan angkuh???

Harta?
Pangkat dan jabatan?
Garis Keturunan?
Kecantikan dan ketampanan yang hanya sedalam kulit???

Semua FANA...! Kita masih perlu dan butuh untuk saling memberi dan menerima dengan manusia-manusia yang lain. Karna semua memang diciptakan sama dan selaras.

(Kapatu Mbojo/Pantun Bima)

Aina ipi rea ra wura, ba mboto ntau ra wara
malanta ma laba pa dei dula labo

Aina ipi ka ese lalo ruku, ba kani to'imu reko
kone ma kani wali reko, osu ra sia pa deima lu'u reke

Aina ipi kabata lenga, ba ntaumu dou matua ma heba ra longa
heba ra longamu ara dunia, aka rade wati tantu iumu senaa 

Aina ipi kamelu santuki, ba pahumu ma gaga ra ntika
dulamu aka rade, karu'u peke la'o hurimu ma mpoi rodo

Selasa, 13 Mei 2014

TAK PERLU KAU RISAU PERMAISURIKU

Tak perlulah engkau risau duhai permaisuriku, jangankan orangtua dan keluargamu. Seorang Nabi dan Malaikat sekalipun tak akan sanggup merubah takdir Allah jika aku memang ditunjuk menjadi imammu. Kehendak Allah adalah sebuah kepastian yang absolut. Apalagi yang kita ragukan???

Sebuah batu atau baja sekalipun, andai dia memiliki hati maka akan luluh jika Allah berkehendak, apalagi hati manusia yang lunak dan dikaruniai rasa.

Hanya Allah Azza Wa Jalla tempat kita berserah dan memohon pertolongan. Nikmat mana yang kita ingkari??? Apa yang perlu kita sangsikan??? Bukankah Allah Maha Kuasa atas segala ciptaannya???

Yang harus kita lakukan sekarang adalah mencintai Allah melebihi kita mencintai apapun dan siapapun di dunia ini. Engkau dan aku hanyalah hamba ciptaan-Nya yang dilimpahkan rasa untuk saling mencintai. Tapi rasa cinta kita terhadap Allah haruslah di atas segalanya. Bukankah Allah itu Maha Adil untuk seluruh makhluk dan hamba-hambanya???

Maka kita pasti akan berjodoh, Insya Allah...!

Rabu, 07 Mei 2014

LAGU QASIDAH "NGAJI KARO'A"

Saya teringat sebuah lagu Qasidah fenomenal saat saya masih kecil. Lagu ini dibuat dengan pantun Bima (Kapatu Mbojo/Bima). Judulnya adalah Ngaji Karo'a. Biasa dinyanyikan saat pengadaan Lomba Mushabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Lagu ini  syarat akan nasehat dan petuah agama. Sangat disayangkan sudah banyak liriknya yang saya tidak ingat. Hingga secara kebetulan beberapa saat yang lalu saya berbicara langsung dengan salah seorang yang memodifikasi lagu ini melalui telepon. Dan inilah hasilnya...

Judul: Ngaji Karo'a
Genre: Qasidah Rebana Nasyid

Ngaji Karo'a pahala na'e ndei ru'u
kone ma made pahala wati moda
ede pahu ndei ru'u na dou ma loa karo'a
dou ma loa karo'a (jamak)

Ndake ku carana tana'o ngaji ma caru
rakasi ai mambia weha oi sambea
nggori sambea magari doho satando guru
guru ma tei ndaita dodo tio
ndaita dodo tio (jamak)

Ncoki dei ru'u dou ma da loa karo'a
doho ta'awa kade'e jangko iwa
moro kone howi na ngena londo kahawa
ngena londo kahawa (jamak)

Ncoki dei ru'u dou ma da loa karo'a
lampa dei nonto ti wara au dei nenti
dou ma loa na kabeipa laona
na ka beipa laona (jamak)

Aina mbou ba loamu sambea
aina hodi ba loamu sahada
kombi niki padasapa weha kaimu dosa
weha kaimu dosa (jamak)

Tuta tando da toro tando di
kancoasi ma tuka jabara'i ma toku
tisi loamu cambe sarumbu boe kai cambo
sarumbu boe kai cambo (jamak)

Ntau ra wara ti dei tende ra wa'a
ma lanta laba pa dei dula labo
wati si wara osu sarumbu iu sa'esa
sarumbu iu sa'esa (jamak)

Santabe mena weki siwe mone
sandake wa'upa kasidah ndedi wa'a
warasi ma ncara ta cua kangampu ncore
ta cua kangampu ncore (jamak)

Lagu di atas akan lebih enak dinikmati jika didengarkan langsung saat dinyanyikan dengan iringan Qasidah Rebana...