Blog ini berisi tulisan-tulisan ringan Sultan Abdul Khair. Jika anda berkenan mengutip sebagian atau keseluruhan dari salah satu atau beberapa tulisan di blog ini, mohon untuk mencantumkan sumbernya. Ikuti Blog ini bila diperlukan. Terima Kasih atas kunjungan anda...!

Selasa, 20 Mei 2014

KITA BUTUH MANUSIA YANG LAIN, APA YANG BUAT KITA CONGKAK?

Matahari yang sebegitu besarnya saja masih memerlukan bantuan Bulan untuk menerangi belahan Bumi yang lain... Apalagi kita yang hanya bagian kecil dari jutaan kreasi-Nya yang Maha Agung. Lantas apa yang masih membuat kita sombong dan angkuh???

Harta?
Pangkat dan jabatan?
Garis Keturunan?
Kecantikan dan ketampanan yang hanya sedalam kulit???

Semua FANA...! Kita masih perlu dan butuh untuk saling memberi dan menerima dengan manusia-manusia yang lain. Karna semua memang diciptakan sama dan selaras.

(Kapatu Mbojo/Pantun Bima)

Aina ipi rea ra wura, ba mboto ntau ra wara
malanta ma laba pa dei dula labo

Aina ipi ka ese lalo ruku, ba kani to'imu reko
kone ma kani wali reko, osu ra sia pa deima lu'u reke

Aina ipi kabata lenga, ba ntaumu dou matua ma heba ra longa
heba ra longamu ara dunia, aka rade wati tantu iumu senaa 

Aina ipi kamelu santuki, ba pahumu ma gaga ra ntika
dulamu aka rade, karu'u peke la'o hurimu ma mpoi rodo

Selasa, 13 Mei 2014

TAK PERLU KAU RISAU PERMAISURIKU

Tak perlulah engkau risau duhai permaisuriku, jangankan orangtua dan keluargamu. Seorang Nabi dan Malaikat sekalipun tak akan sanggup merubah takdir Allah jika aku memang ditunjuk menjadi imammu. Kehendak Allah adalah sebuah kepastian yang absolut. Apalagi yang kita ragukan???

Sebuah batu atau baja sekalipun, andai dia memiliki hati maka akan luluh jika Allah berkehendak, apalagi hati manusia yang lunak dan dikaruniai rasa.

Hanya Allah Azza Wa Jalla tempat kita berserah dan memohon pertolongan. Nikmat mana yang kita ingkari??? Apa yang perlu kita sangsikan??? Bukankah Allah Maha Kuasa atas segala ciptaannya???

Yang harus kita lakukan sekarang adalah mencintai Allah melebihi kita mencintai apapun dan siapapun di dunia ini. Engkau dan aku hanyalah hamba ciptaan-Nya yang dilimpahkan rasa untuk saling mencintai. Tapi rasa cinta kita terhadap Allah haruslah di atas segalanya. Bukankah Allah itu Maha Adil untuk seluruh makhluk dan hamba-hambanya???

Maka kita pasti akan berjodoh, Insya Allah...!

Rabu, 07 Mei 2014

LAGU QASIDAH "NGAJI KARO'A"

Saya teringat sebuah lagu Qasidah fenomenal saat saya masih kecil. Lagu ini dibuat dengan pantun Bima (Kapatu Mbojo/Bima). Judulnya adalah Ngaji Karo'a. Biasa dinyanyikan saat pengadaan Lomba Mushabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Lagu ini  syarat akan nasehat dan petuah agama. Sangat disayangkan sudah banyak liriknya yang saya tidak ingat. Hingga secara kebetulan beberapa saat yang lalu saya berbicara langsung dengan salah seorang yang memodifikasi lagu ini melalui telepon. Dan inilah hasilnya...

Judul: Ngaji Karo'a
Genre: Qasidah Rebana Nasyid

Ngaji Karo'a pahala na'e ndei ru'u
kone ma made pahala wati moda
ede pahu ndei ru'u na dou ma loa karo'a
dou ma loa karo'a (jamak)

Ndake ku carana tana'o ngaji ma caru
rakasi ai mambia weha oi sambea
nggori sambea magari doho satando guru
guru ma tei ndaita dodo tio
ndaita dodo tio (jamak)

Ncoki dei ru'u dou ma da loa karo'a
doho ta'awa kade'e jangko iwa
moro kone howi na ngena londo kahawa
ngena londo kahawa (jamak)

Ncoki dei ru'u dou ma da loa karo'a
lampa dei nonto ti wara au dei nenti
dou ma loa na kabeipa laona
na ka beipa laona (jamak)

Aina mbou ba loamu sambea
aina hodi ba loamu sahada
kombi niki padasapa weha kaimu dosa
weha kaimu dosa (jamak)

Tuta tando da toro tando di
kancoasi ma tuka jabara'i ma toku
tisi loamu cambe sarumbu boe kai cambo
sarumbu boe kai cambo (jamak)

Ntau ra wara ti dei tende ra wa'a
ma lanta laba pa dei dula labo
wati si wara osu sarumbu iu sa'esa
sarumbu iu sa'esa (jamak)

Santabe mena weki siwe mone
sandake wa'upa kasidah ndedi wa'a
warasi ma ncara ta cua kangampu ncore
ta cua kangampu ncore (jamak)

Lagu di atas akan lebih enak dinikmati jika didengarkan langsung saat dinyanyikan dengan iringan Qasidah Rebana...

Sabtu, 26 April 2014

RIMPU: MAHKOTA WANITA BIMA YANG NYARIS PUNAH

RIMPU, mungkin banyak yang belum familiar dengan kata ini. Ya, Rimpu adalah salah satu kata dari bahasa bahasa Bima yang memiliki arti model pakaian wanita muslim di Bima untuk menutup auratnya. Diperlukan 2 kain sarung untuk melilit seluruh tubuh agar tertutup dengan sempurna. Satu sarung untuk bagian kepala menjulur hingga perut, menutupi lengan dan telapak tangan. Satu lainnya, untuk dililitkan dari perut hingga ujung kaki (bahasa Bimanya: sanggentu).

Secara umum rimpu terdiri atas 2 model utama, diantaranya:

1. Rimpu Mpida (biasa juga disebut rimpu cili), yaitu khusus buat para gadis Bima atau wanita yang belum berkeluarga. Model ini juga sering disebut cadar ala Bima, dimana seorang gadis hanya boleh memperlihatkan bagian matanya saja. Dalam kebudayaan masyarakat Bima, wanita yang belum menikah tidak boleh memperlihatkan wajahnya secara utuh,. Ini juga sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama Islam. Dengan memakai rimpu mpida tidak berarti membatasi ruang gerak karna sarung yang dikenakan cukup longgar sehingga akan tetap terasa sejuk dan leluasa dalam beraktivitas.
*2 gambar paling depan adalah rimpu mpida/cili

2. Rimpu Colo, yaitu rimpu untuk ibu-ibu atau wanita yang sudah berkeluarga. Wajahnya sudah boleh terlihat oleh umum. Hingga saat ini di pasar-pasar tradisional masih bisa ditemukan ibu-ibu yang memakai rimpu dengan sarung khas dari Bima yaitu tembe  nggoli (tembe:sarung).


Rimpu menjadi cerminan masyarakat Bima yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, selain itu juga untuk melindungi harkat dan kehormatan seorang wanita ketika beraktivitas di luar rumah.

Rimpu sendiri mulai dikenal oleh masyarakat Bima semenjak masuknya Agama Islam ratusan tahun silam. Sebelum itu masyarakat Bima memiliki kepercayaan Makamba Makimbi, atau dalam bahasa Indonesia adalah Animisme dan Dinamisme, yaitu meyakini setiap benda hidup atau mati yang dianggap keramat memiliki roh atau jiwa dan kekuatan supranatural.

Namun semenjak Islam menyentuh masyarakat Bima, semua semua kepercayaan Makamba Makimbi mulai ditinggalkan. Kemudian wanita-wanita Bima mulai mengenakan rimpu sebagai penutup aurat.

Sayangnya seiring perkembangan zaman, budaya mengenakan rimpu bagi wanita Bimapun ikut tergerus. Semuanya bertransformasi menjadi pakaian atau busana modern, yaitu Rimpu berubah menjadi jilbab. Memang tidak ada yang salah dengan mengenakan jilbab, selain lebih efisien juga sebagai respon atas perkembangan dunia mode. Namun banyak yang mengenakan jilbab tapi seakan terlihat berpakaian minim, karna begitu ketat dan seksi hingga menampakkan lekak-lekuk tubuhnya. Sementara rimpu adalah pakaian yang sesuai dengan busana muslimah sejati sesuai petunjuk dan tuntunan agama.

Era globalisasi serta kemajuan IPTEK memang sangat signifikan dalam merubah gaya hidup. Namun masih ada segelintir orang yang mendedikasikan diri untuk memperkenalkan kembali budaya positif yang hampir musnah ditelan zaman. Seperti adik-adik dari SMAN 2 Kota Bima ini misalnya, yaitu memperkenalkan kembali kepada masyarakat Bima tentang Rimpu. Sikap seperti ini sangat patut kita berikan apresiasi yang tinggi. Serta diiringi harapan agar tak hanya ditunjukan dalam acara yang bersifat ceremonial, namun dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah petuah untuk wanita-wanita generasi muda Bima saat ini yang katanya berpendidikan dan terpelajar: "Kalian seharusnya malu dengan moyang kalian yang buta aksara dan tak mengenyam bangku sekolah tapi mereka sangat beretika dan menjunjung tinggi perintah agama. Sementara budaya modern telah menyeretmu dengan berjilbab namun seakan telanjang. Jika tak sanggup berjilbab sesuai tuntunan agama, maka kembalilah dalam fitrah wanita Bima yang sesungguhnya. Yaitu wanita bermartabat dengan berbusana rimpu."

*Sumber gambar: Google.com

Senin, 21 April 2014

I'M FURIOUS AS HELL

Andai kau di sini... Ingin kuhujani bogem mentah teriring semua luapan amarah. Hingga kau pingsan dan kembali tersadar ribuan kali. Sampai hati kau buat air mata menetes dari pipinya. Dia yang kupuja-puja. Jangan pernah kau ulangi bahkan untuk memikirkan itu, jika tak ingin seekor rusa yang terlihat tak berdaya ini berubah jadi Serigala buas kelaparan yang setiap saat siap mencengkrammu...

karna dia harga diriku
karna dia jiwaku
karna dia segumpal darahku
karna dia ratuku
karna dia segalaku
karna dia duniaku
karna dia milikku

Senin, 14 April 2014

CALEG STRESS

Headline News salah satu koran Djogja pagi ini adalah: "Caleg Stress Mencuri Sandal".

Hahahah, sangat menggelitiik :D

Hampir semua caleg hanya siap untuk menang, dan tak satupun yang siap menelan kekalahan. Bagaimana mungkin orang-orang dengan mental "PECUNDANG" seperti ini mampu mewakiti jutaan aspirasi rakyat??? Kehilangan Uang seperti itu saja mereka sudah kalang kabut dan depresi tak karuan, apalagi harus berhadapan dengan Uang Negara yang nominalnya Trilyunan Rupiah, pasti ujung-ujungnya adalah KORUPSI, belum lagi Kolusi dan Nepotisme.

Semoga mereka yang terpilih benar-benar merupakan perpanjangan tangan Tuhan yang mampu mengayomi dan mendengar jeritan serta tangisan rakyat yang diwakilinya. Aamiin...!

#JustMyOpinion

Selasa, 04 Maret 2014

DOU SIWE

Kapatu Mbojo / Pantun Bima
Oleh: Sultan Abdul Khair

Dou Siwe...
dou siwe ma taho, wati kanina sarowa ma katehe
dou siwe ma maci, wancuku loana ruku rawi ma moci
dou siwe ma tupa, wati wara mone ma loana tipu
dou siwe ma loa ngaji, ti ngawana lao lampa ngoja
dou siwe ma ntika, wati loana rawi ma ntuku nteko
dou siwe ma longa, na taho rukuna aka lenga
dou siwe ma heba, wati hobina ka na'e haba
dou siwe ma to'a, na loa kabua samenana taru tu'i
dou siwe ma gaga, wati ngupana mone ma gege

edeku ampo tangara kai dou siwe
laina janga sawu ma moda dei siwi
akeku dou siwe ma taho dei ka wei
laina dou siwe ma hobi lampa wio wao

‪#‎FikiKataho‬