Blog ini berisi tulisan-tulisan ringan Sultan Abdul Khair. Jika anda berkenan mengutip sebagian atau keseluruhan dari salah satu atau beberapa tulisan di blog ini, mohon untuk mencantumkan sumbernya. Ikuti Blog ini bila diperlukan. Terima Kasih atas kunjungan anda...!

Kamis, 10 Oktober 2013

MONE NA'E KALU

Percakapan Siwe la'o Mone ma ne'e angi

Siwe : sa'e... ma ne'e podaku mada...?

 
Mone: iyoni ari ka ne'e podaku. Kone moti ma na'e ntenepa sapaku sura edaku nggomi.

 
Siwe : hu'um, trus...!

 
Mone: kone doro ma ese ntenepa ndei teka sura loaku doho dua la'o nggomi.

 
Siwe : heheh, trus au wali sa'e...?

 
Mone: kone afi ma na'e wora ntenepa lumbaku ma penti lao lao raka nggomi...

 
Siwe : trus, au da mai raka kaimu mada malam minggu awina re???

 
Mone: heheh, safari ura arie...

 
Siwe : ncihara tebe tala sa'e, lao NGAHA KA WINTERA LOKOMU RE  -_-

 
Mone: #hari damaja

Kwkwkwkwk, Just for fun :D

Sultan Abdul Khair

Rabu, 09 Oktober 2013

10 LANGKAH ISTRI MENUJU SYURGA ALLAH

  1. Seorang isteri harus menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa laki-laki adalah pemimpin kaum wanita.
  2. Seorang Isteri harus menyadari bahwa hak (kedudukan) suami satu tingkat lebih tinggi dari isteri.
  3. Seorang isteri harus taat kepada suami selama bukan kemaksiatan.
  4. Seorang Isteri tidak boleh keluar rumah dengan alasan apapun tanpa izin suami.
  5. Seorang isteri wajib memenuhi keinginan suami dalam nafkah batin kecuali dengan suatu alasan yang kuat terpaksa menolaknya.
  6. Seorang isteri harus mendahulukan kepentingan suami dibanding apapun termasuk kepentingan orang tua.
  7. Seorang Isteri harus menjaga kehormatan dirinya jika suami tidak ada.
  8. Seorang isteri harus.menjaga harta juga kehormatan suami baik saat ada ataupun sedang tidak di rumah.
  9. Seorang Isteri harus senantiasa mempercantik dirinya di depan suami.
  10. Seorang Isteri berusaha menyenangkan hati suami dengan raut wajah yang tampak berseri.

MENGAPA RIDHO SUAMI ADALAH SYURGA BAGI ISTRI ???

Assalamu'alaikum ! Kata-kata yang anda baca berikut ini saya kutip dari sebuah fanspage facebook yang saya sendiri lupa sumber detailnya. Setidaknya berikut beberapa alasan rasional mengapa Istri harus taat kepada sang suami. Inilah alasan mengapa Ridho suami adalah Syurga bagi para istri. Chekidot:

1.) Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
 
2.) Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
 
3.) Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.
 
4.) Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikanny­a sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
 
5.) Suami berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.
 
6.) Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

Selasa, 08 Oktober 2013

BELAJARLAH DARI BAYI YANG PANTANG MENYERAH !

Dalam sebuah kuliah Interpersonal Skill, dosen saya pernah mengatakan:

"Andai kita semua bisa meneladani dan memiliki semangat layaknya seorang bayi yang baru belajar berjalan, niscaya kita akan menjadi pribadi yang pantang menyerah dan pantang putus asa. Coba anda bayangkan jika saja bayi yang baru belajar berjalan itu mudah menyerah dan putus asa, maka tak akan ada 1 manusiapun yang sanggup berjalan dan berlari di muka bumi ini"

My friends... Kita bisa memetik pelajaran dari hal-hal terkecil sekalipun. Kita bisa belajar dari apapun dan siapapun. Tetap Mawas Diri...!

Kamis, 26 September 2013

DAHSYAT SENYUMANMU

Banyak orang yang mengatakan aku harus bisa membuatmu selalu tersenyum dan tertawa agar engkau semakin cinta. Yang terjadi adalah suatu hal yang mungkin tak pernah engkau dan semua orang sadari... Akulah yang semakin jatuh cinta dan semakin tergila-gila serta begitu menyayangimu setiap kali melihat damai dan manis senyumanmu itu... Sungguh indah menyaksikannya, sungguh dahsyat pesona yang dipancarkannya. Yah, begitulah engkau yang setiap detik menghujam jantung dan menambah pundi cintaku...

#IT

Kamis, 29 Agustus 2013

DZAMAN TAK PERNAH BERUBAH, TAPI KITA...

"Aku hamil sama abang masa' hamil sama siluman"
Itulah potongan lirik lagu yang saya dengar dari adik-adik tetangga yang sedang asyik bermain. Mereka bahkan belum menginjak usia SD. Yah, memang terdengar sangat menggemaskan tapi sekaligus sangat mengenaskan. Masa depan suram sudah dapat kita terka dan kita terawang mulai saat ini.

Saya tertarik dengan perkataan seorang haji yang tanpa sengaja bertemu saat berburu burung perkutut di sebuah gunung yang cukup jauh dari pemukiman. Melalui percakapan singkat kami beliau mengatakan dalam bahasa daerah: "Zaman ke anae wati perna na rungka weki, ntenepa samana aipu saramba warakai dunia sampe ainaina ake. Ma rungka wekire ededu ndaita manuasia ma ngge'e ese wawo dunia ake."

Pernyataan diatas memiliki makna bahwa Dzaman tidak pernah berubah sedikitpun. Dzaman tetaplah sama dari awal terciptanya sampai sekarang. Sementara kita manusialah yang berubah entah lebih baik atau lebih nista mengumbar dosa dan maksiat, sementara dzaman tetaplah sama.

Lantas apa hubungan pernyataan yang saya sampaikan dengan kasus yang diutarakan pada paragraf pertama??? #THINK & THINK

Sekarang saatnya kita berubah dan memulai tatanan hidup baru yang lebih baik dan elegan. Kitalah yang akan menata masa depan yang lebih cerah dari generasi yang bisa diharapkan. Tak usah sesumbar untuk mengubah semuanya... Cukup mulai dari diri kita, anak-anak kita, adik-adik dan kerebat terdekat kita. Sekaranglah saatnya MOVE AND CHANGE THE WORLD.

Sultan Abdul Khair

Minggu, 07 Juli 2013

DULA TA RASA

Oleh Sultan Abdul Khair

Rakara ainai ra ngupa sanoa
dula ta rasa ma kambora sarusa
ba warana dou ma ngena sadia
dou ra ne'e kai adeku ma na'e

Lingina ade nawa'ura ngge'e udu
tiloaku timba na naha ipi tamba
watidu loaku tunda tidu wa'uku tundu
lingina ne'e lamba watidu wa'uku lemba

Lingi adeku Ina
Lingi adeku Ama
Lingi adeku Chubby